Keselamatan Awak Kapal Ditingkatkan PIS Lewat Program Kesehatan Mental

Keselamatan Awak Kapal Ditingkatkan PIS Lewat Program Kesehatan Mental
Keselamatan Awak Kapal Ditingkatkan PIS Lewat Program Kesehatan Mental

Kecupmanis – Keselamatan Awak Kapal Ditingkatkan PIS Lewat Program Kesehatan Mental. PT Pertamina International Shipping (PIS) mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan awak kapalnya. Mereka melakukannya dengan menerapkan program kesehatan mental yang komprehensif. Langkah ini menunjukkan komitmen PIS dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh pekerjanya, terutama bagi mereka yang bertugas di armada kapal.

Industri perkapalan menuntut kerja sama tim yang tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat. Dalam kondisi darurat di laut, kemampuan awak kapal dalam berpikir jernih dan bertindak secara efektif sangat diperlukan. Oleh karena itu, kesehatan mental memiliki peran krusial dalam memastikan kinerja optimal dan keselamatan operasional kapal.

Direktur Armada PIS, M. Irfan Zainul Fikri, menegaskan bahwa gangguan kesehatan mental tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kinerja tim secara keseluruhan. Jika seorang awak kapal mengalami gangguan mental, kemampuan pengambilan keputusan bisa terganggu. Hal ini bisa berakibat fatal, terutama dalam kondisi kritis di tengah lautan.

PIS memahami pentingnya kesehatan mental dan mengambil langkah progresif untuk mengatasinya. Mereka bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional untuk menghadirkan program kesehatan mental yang lebih komprehensif bagi para pelaut. Langkah ini tidak hanya untuk menjaga kesejahteraan individu, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional perusahaan.

Pentingnya Kesehatan Mental dalam Industri Perkapalan

Industri perkapalan adalah salah satu sektor yang paling menantang secara mental. Para awak kapal harus bekerja dalam kondisi yang sulit, termasuk tuntutan pekerjaan yang intens, jam kerja yang panjang, dan isolasi berkepanjangan dari keluarga dan orang terdekat. Situasi ini sering kali menyebabkan stres, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Gangguan kesehatan mental dapat berdampak negatif pada kemampuan awak kapal dalam menjalankan tugasnya. Dalam situasi darurat di laut, keputusan yang salah bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental awak kapal menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.

Studi dari Universitas Yale yang bekerja sama dengan International Transport Workers’ Federation (ITF) Seafarers’ Trust menunjukkan bahwa pelaut memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan pekerja di sektor lain. Kecemasan akut menjadi gangguan yang paling sering dialami oleh awak kapal, dengan 55% dari total responden melaporkan mengalami kondisi tersebut. Sementara itu, 50% lainnya melaporkan mengalami depresi.

Temuan ini menunjukkan urgensi penyediaan dukungan kesehatan mental yang lebih komprehensif bagi para pelaut. Program kesehatan mental yang tepat dapat membantu mengurangi risiko gangguan mental dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Dengan kesehatan mental yang terjaga, para pelaut dapat bekerja dengan lebih produktif dan aman.

Kolaborasi PIS dengan ITF dan KPI dalam Meningkatkan Kesehatan Mental

Menanggapi tantangan kesehatan mental yang dihadapi oleh para awak kapal, PIS menjalin kerja sama strategis dengan ITF dan Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan program kesehatan mental yang komprehensif.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Armada PIS, M. Irfan Zainul Fikri, dan Head of Inspector ITF, Steve Trowsdale. Kerja sama ini mencakup pelatihan dan dukungan psikososial yang dirancang untuk membantu awak kapal dalam mengatasi masalah kesehatan mental.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan tentang kesehatan mental, tetapi juga memberikan dukungan psikososial yang berkelanjutan. Dukungan ini sangat penting untuk membantu awak kapal dalam menghadapi tekanan pekerjaan dan menjaga kesejahteraan mental mereka.

Kerja sama antara PIS dan ITF merupakan yang pertama kalinya antara perusahaan pelayaran dan ITF. Langkah ini menandai kemajuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan bagi awak kapal. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para pelaut dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap program kesehatan mental dan dukungan berkelanjutan.

Program Pelatihan dan Dukungan Psikososial bagi Awak Kapal

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, PIS mengadakan pelatihan “first responder for mental health” bagi 35 awak kapal dan staf darat. Pelatihan ini mencakup berbagai level, termasuk petugas kru, superintendent kelautan, superintendent teknis, dan perwira senior.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan dalam mengenali serta menangani tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental di lingkungan kerja. Dengan demikian, para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan kepada rekan kerja yang membutuhkan.

Selain pelatihan, program ini juga mencakup dukungan psikososial yang berkelanjutan. Dukungan ini meliputi konseling dan pendampingan bagi awak kapal yang mengalami masalah kesehatan mental. Dengan adanya dukungan ini, para pelaut diharapkan dapat mengatasi tekanan pekerjaan dengan lebih baik.

Manfaat Jangka Panjang dari Program Kesehatan Mental

Implementasi program kesehatan mental yang komprehensif tidak hanya berdampak positif pada individu awak kapal, tetapi juga pada keseluruhan operasional perusahaan. Dengan kesehatan mental yang terjaga, produktivitas dan efisiensi kerja meningkat, serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diminimalisir.

Lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental juga akan meningkatkan loyalitas dan kepuasan kerja karyawan. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi pada keberlanjutan dan kesuksesan perusahaan.

Program kesehatan mental yang diterapkan oleh PIS tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keselamatan operasional, tetapi juga untuk menciptakan budaya kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Dengan pendekatan yang holistik, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi perusahaan pelayaran lainnya dalam meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan awak kapal.

Kesimpulan

Upaya PT Pertamina International Shipping dalam meningkatkan kesehatan mental awak kapal melalui kolaborasi dengan ITF dan KPI merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Program ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi para pelaut.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pelaut. Kesehatan mental yang terjaga akan memastikan keselamatan dan kinerja optimal awak kapal, serta mendukung terciptanya industri perkapalan yang lebih aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah progresif yang diambil oleh PIS ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan pelayaran lainnya. Dengan kesehatan mental yang terjaga, keselamatan dan produktivitas kerja akan meningkat, sehingga industri perkapalan Indonesia dapat bersaing secara global.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *