Kecupmanis – PSSI Kebut Naturalisasi Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah mempercepat proses naturalisasi tiga pemain keturunan Indonesia: Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy. Langkah ini diambil agar ketiganya dapat memperkuat tim nasional Indonesia dalam pertandingan melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025.
PSSI berharap, dengan kehadiran pemain-pemain ini, kualitas permainan timnas akan meningkat secara signifikan. Dean James, yang memiliki pengalaman bermain di liga Eropa, diharapkan dapat menambah daya serang. Sementara Emil Audero, yang berposisi sebagai kiper, akan memberikan stabilitas di lini pertahanan. Joey Pelupessy, dengan kemampuan bermain di beberapa posisi, diharapkan mampu menjadi pengatur permainan yang baik.
Latar Belakang Naturalisasi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengetahui rencana naturalisasi ini dan memberikan dukungan penuh. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat skuad Garuda dalam menghadapi tantangan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Proses naturalisasi ini ditargetkan selesai sebelum awal Maret 2025, mengingat batas waktu pendaftaran pemain untuk pertandingan melawan Australia adalah tujuh hari sebelum laga.
Profil Pemain yang Dinaturalisasi
- Emil Audero: Kiper FC Palermo ini memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menariknya, Emil juga lahir di Lombok, menambah kedekatannya dengan tanah air. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan timnas Indonesia dengan pengalaman dan keterampilannya di bawah mistar gawang.
- Joey Pelupessy: Gelandang bertahan yang saat ini bermain untuk Lommel SK ini memiliki keturunan Maluku. Namanya yang khas Maluku menegaskan akar Indonesianya. Dengan kemampuannya dalam mengendalikan lini tengah, Joey diharapkan dapat menambah stabilitas dan kreativitas permainan timnas.
- Dean James: Bek kiri yang bermain untuk Go Ahead Eagles ini memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Kehadirannya di sisi kiri pertahanan diharapkan dapat menambah kekuatan dan kedalaman skuad Garuda.
Persiapan Menghadapi Australia dan Bahrain
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Australia pada laga ketujuh Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Football Sydney, Sydney, pada Kamis, 20 Maret 2025. Lima hari kemudian, pada Selasa, 25 Maret 2025, skuad Garuda akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Kedua pertandingan ini krusial bagi Indonesia dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2026.
Dukungan Pemerintah dan Proses Naturalisasi
Erick Thohir mengungkapkan bahwa seluruh jajaran pemerintah mendukung penuh proses naturalisasi ini. Setelah mendapatkan restu dari Presiden, Erick juga berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk mempercepat pengurusan dokumen yang diperlukan. Proses ini melibatkan pengumpulan dokumen, koordinasi dengan Kemenpora dan DPR, hingga pengambilan sumpah melalui Kementerian Hukum dan HAM.
Harapan dan Dampak Positif
Dengan bergabungnya ketiga pemain ini, diharapkan timnas Indonesia dapat tampil lebih kompetitif di kualifikasi Piala Dunia 2026. Kehadiran mereka tidak hanya menambah kualitas permainan, tetapi juga membawa semangat baru bagi skuad Garuda. Erick Thohir menekankan pentingnya usaha bersama untuk mewujudkan mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.
Tantangan Proses Naturalisasi
Meskipun proses naturalisasi ini mendapatkan dukungan luas, tantangan administratif tetap menjadi hambatan yang harus diselesaikan dengan cepat. Proses pengumpulan dokumen harus dilakukan dengan teliti untuk menghindari kesalahan yang dapat memperlambat jalannya naturalisasi. Selain itu, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci untuk memastikan ketiga pemain tersebut dapat segera resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Selain tantangan administratif, faktor adaptasi budaya dan lingkungan juga menjadi perhatian. Meskipun memiliki darah Indonesia, ketiga pemain ini telah lama tinggal di luar negeri dan terbiasa dengan budaya yang berbeda. Oleh karena itu, PSSI perlu memberikan dukungan penuh agar mereka dapat beradaptasi dengan cepat. Program orientasi budaya, pelatihan bahasa, dan dukungan psikologis dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses adaptasi mereka.
Dampak Strategis Bagi Timnas
Kehadiran Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi performa timnas Indonesia. Emil Audero, dengan pengalamannya di Serie A, dapat menjadi andalan di bawah mistar gawang. Ia memiliki refleks cepat, kemampuan membaca permainan yang baik, serta kepemimpinan di lini pertahanan.
Joey Pelupessy, yang berposisi sebagai gelandang bertahan, memiliki kemampuan distribusi bola yang solid dan visi bermain yang tajam. Ia diharapkan mampu mengontrol tempo permainan, menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan, serta menjadi penghubung yang efektif antara lini belakang dan lini serang.
Dean James, sebagai bek kiri, menawarkan opsi baru dalam strategi bertahan dan menyerang. Dengan kemampuan overlap yang baik dan ketangguhan dalam duel satu lawan satu, Dean dapat memperkuat lini pertahanan sekaligus menjadi ancaman saat membantu serangan dari sisi sayap.
Reaksi Publik dan Ekspektasi Suporter
Reaksi publik terhadap percepatan naturalisasi ini sebagian besar positif. Banyak penggemar sepak bola Indonesia yang menyambut baik langkah PSSI ini, melihatnya sebagai komitmen serius untuk meningkatkan kualitas timnas. Ekspektasi suporter pun meningkat, mengingat ketiga pemain tersebut memiliki pengalaman bermain di kompetisi tingkat tinggi di Eropa.
Namun, ada pula sebagian kalangan yang mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan naturalisasi. Mereka berharap agar naturalisasi tidak menghambat perkembangan pemain lokal yang memiliki potensi besar. Oleh karena itu, PSSI perlu memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperhatikan pembangunan jangka panjang sepak bola Indonesia.
Upaya PSSI Membangun Timnas yang Kompetitif
Langkah naturalisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk membangun timnas yang kompetitif di tingkat internasional. Selain mendatangkan pemain keturunan, PSSI juga berfokus pada pengembangan pemain muda melalui akademi sepak bola, kompetisi usia dini, dan peningkatan kualitas pelatih lokal.
Kolaborasi dengan klub-klub Eropa juga menjadi salah satu fokus PSSI untuk meningkatkan kualitas pemain Indonesia. Program pelatihan di luar negeri, pertukaran pelatih, dan partisipasi dalam turnamen internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda.
Proyeksi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026
Dengan bergabungnya Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy, harapan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Timnas Indonesia diharapkan dapat tampil lebih kompetitif di sisa pertandingan Grup C. Kekuatan skuad yang merata di semua lini akan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan dari tim-tim kuat di Asia.
Selain itu, kehadiran pemain naturalisasi diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi pemain lokal untuk meningkatkan performa mereka. Kompetisi sehat di dalam tim akan mendorong semua pemain untuk memberikan yang terbaik, menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Kesimpulan
PSSI dan pemerintah Indonesia tengah bekerja keras untuk mempercepat proses naturalisasi Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy. Langkah ini diambil untuk memperkuat timnas Indonesia dalam menghadapi pertandingan krusial melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan proses ini dapat berjalan lancar dan ketiga pemain tersebut dapat segera bergabung dengan skuad Garuda.
Kehadiran mereka tidak hanya akan meningkatkan kualitas permainan timnas Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan persiapan yang matang, dukungan dari pemerintah, serta semangat juang para pemain, mimpi Indonesia untuk tampil di panggung dunia semakin dekat untuk menjadi kenyataan.