Google Indonesia Luncurkan Fitur Enhanced Fraud Protection, Cegah Penipuan dan Scam

Google Indonesia Luncurkan Fitur Enhanced Fraud Protection
Google Indonesia Luncurkan Fitur Enhanced Fraud Protection

Kecupmanis –  Google Indonesia Luncurkan Fitur Baru. Perusahaan teknologi Google kembali menghadirkan inovasi untuk meningkatkan keamanan siber bagi pengguna Android di Indonesia. Pada Februari 2025, Google resmi meluncurkan fitur terbaru mereka yang diberi nama Enhanced Fraud Protection. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi ancaman penipuan digital dan scam yang semakin marak di dunia maya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan daring meningkat secara signifikan di Indonesia. Banyak pengguna gawai menjadi korban akibat kurangnya perlindungan dalam sistem keamanan perangkat mereka. Oleh karena itu, Google berupaya menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam menangani ancaman ini. Enhanced Fraud Protection hadir sebagai langkah lanjutan setelah berbagai uji coba sukses dilakukan di beberapa negara. Hasilnya menunjukkan fitur ini mampu melindungi lebih dari 10 juta perangkat di seluruh dunia.

Read More

Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, mengungkapkan bahwa peluncuran fitur ini merupakan langkah penting dalam memperkuat keamanan siber bagi masyarakat Indonesia. “Setelah sukses dengan uji coba di beberapa negara, proteksi tambahan ini menunjukkan hasil yang positif dengan berhasil melindungi 10 juta perangkat di seluruh dunia. Sekarang kami bangga dapat melindungi warga Indonesia lebih jauh lagi,” ujar Putri.

Ancaman Penipuan Digital di Indonesia

Berdasarkan temuan Global Anti Scam Alliance (GASA) pada 2023, sekitar 50 persen pengguna gawai di Indonesia pernah mengalami upaya penipuan daring dalam 12 bulan terakhir. Ancaman ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengancam privasi dan keamanan data pengguna.

Salah satu metode yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan siber adalah sideloading. Teknik ini memungkinkan pengguna untuk memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. Sayangnya, aplikasi yang diunduh dari sumber tidak resmi sering kali mengandung malware atau kode berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pribadi pengguna. Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari bahwa perangkat mereka telah terinfeksi hingga terjadi pencurian informasi finansial atau akses ke akun pribadi.

Dalam kasus tertentu, penipu menyamar sebagai orang terdekat atau pihak berwenang untuk mengelabui korban agar mengunduh aplikasi berbahaya. Setelah aplikasi terpasang, penipu dapat memperoleh akses ke one-time password (OTP) via SMS, melakukan screen recording, atau mencuri data perbankan korban. Oleh karena itu, celah keamanan ini harus segera ditanggulangi dengan sistem perlindungan yang lebih ketat.

Cara Kerja Enhanced Fraud Protection

Fitur Enhanced Fraud Protection dirancang untuk mendeteksi dan memblokir aplikasi yang berasal dari luar Google Play Store jika aplikasi tersebut mencurigakan. Mekanisme utama yang digunakan dalam fitur ini mencakup:

  1. Pemblokiran aplikasi berbahaya – Sistem akan secara otomatis mencegah instalasi aplikasi yang meminta akses OTP atau izin pengintaian layar.
  2. Peringatan keamanan – Jika pengguna mencoba mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, mereka akan menerima notifikasi yang memperingatkan potensi risiko.
  3. Peningkatan integrasi dengan Google Play Protect – Fitur ini bekerja bersama layanan keamanan Google Play Protect untuk memberikan perlindungan real-time terhadap malware dan aplikasi yang mencurigakan.

Peluncuran fitur ini merupakan bagian dari rangkaian acara Safer Internet Month 2025, yang berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 18 Februari 2025. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi langkah Google dalam meningkatkan keamanan digital di Indonesia. “Saya apresiasi dan selamat karena hari ini sudah meluncurkan fitur baru yang bisa memproteksi,” ujarnya.

Langkah Google dalam Menjaga Keamanan Digital

Google terus berupaya mengembangkan berbagai fitur keamanan yang dapat membantu pengguna dalam menghadapi ancaman digital. Sebelumnya, Google telah meluncurkan Google Play Protect, yang berfungsi untuk memindai aplikasi berbahaya dan memberikan peringatan kepada pengguna sebelum menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi.

Dengan kehadiran Enhanced Fraud Protection, Google semakin memperkuat lapisan keamanan bagi pengguna Android di Indonesia. Fitur ini bukan hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pencegahan agar pengguna tidak menjadi korban penipuan daring. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan digital.

Tips Menghindari Penipuan Digital

Selain mengandalkan fitur keamanan dari Google, pengguna juga perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan agar tetap aman dari ancaman siber. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  1. Gunakan hanya aplikasi dari Google Play Store – Hindari mengunduh aplikasi dari situs yang tidak dikenal.
  2. Aktifkan Google Play Protect – Pastikan fitur keamanan ini selalu aktif agar perangkat Anda terlindungi.
  3. Waspada terhadap permintaan OTP – Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapapun, termasuk yang mengaku sebagai pihak resmi.
  4. Periksa izin aplikasi sebelum menginstal – Jika aplikasi meminta akses yang tidak relevan dengan fungsinya, sebaiknya batalkan instalasi.
  5. Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) – Lapisan keamanan tambahan ini dapat mencegah akses tidak sah ke akun penting Anda.

Kesimpulan

Kehadiran Enhanced Fraud Protection menjadi langkah besar dalam memperkuat sistem keamanan digital bagi pengguna Android di Indonesia. Fitur ini memberikan perlindungan tambahan dengan mendeteksi dan memblokir aplikasi berbahaya yang berasal dari luar Google Play Store. Dengan meningkatnya ancaman penipuan daring, fitur ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan digital.

Google berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam bidang keamanan siber. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital juga menunjukkan bahwa upaya meningkatkan keamanan digital memerlukan kerja sama berbagai pihak. Dengan semakin banyak pengguna yang menyadari risiko keamanan digital, diharapkan tingkat kejahatan siber di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

Dengan langkah yang telah dilakukan, pengguna diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat digital mereka dan selalu mengutamakan keamanan saat mengakses layanan daring. Masa depan internet yang lebih aman akan tercipta dengan kerja sama antara perusahaan teknologi, pemerintah, dan pengguna.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *