Homepage, Self Improvement

INTRO : Sharing is Caring

30 October 2019

Hanya sebagian orang yang dapat menerima kritik dan saran dari orang lain. Disini aku menulis hanya untuk sharing mungkin ada sebagian pengalaman pribadi atau pengalaman dari orang terdekat yang aku rasa, dapat aku sharing karena bermanfaat. Bukan untuk mengkritik atau pun memberi petuah, bahkan mungkin disini kalian juga bisa saling sharing.

Mungkin sebagian orang sulit untuk mengungkapkan keluh-kesahnya. Tapi ketika kamu membaca, melihat, mendengar hal yang baik pasti semua terasa lebih baik kan?

Sebenarnya pada saat kita dalam kondisi seperti itu, menurut ku ada 2 poin yang saling berkaitan. Istilah umumnya mungkin bisa disebut dengan memberi dan menerima. Memberi yang dimaksud adalah memberikan cerita / membagi kisah bukan artinya membagi masalah. Sedangkan menerima, kali ini kita bisa tafsirkan menerima kisah atau mendengarkan cerita. 2 poin tersebut setidaknya keduanya harus ada dalam setiap individu. Bukan kah manusia itu hakikatnya hidup saling ketergantungan? Ketika kita sudah merasa bisa untuk memberi dan menerima, saat memberi lah sedikit beban yang dipikul akan terasa ringan dan saat menerima lah kita mulai belajar tentang hal baru. Disinilah saatnya kamu bisa mengenal orang lain dan belajar hal baru melalui kisah apa yang kamu dengar yang mungkin kamu belum pernah mengalaminya

Apakah saat itu kita hanya menjadi pendengar yang baik? Apakah pendengar yang baik itu yang hanya diam tanpa memberikan saran?

Tentunya tidak selalu begitu, ada kalanya kita hanya mendengarkan saja ada kalanya kita harus memberikan saran. Mengkritik dan memberikan saran boleh boleh saja, tapi harus lihat dulu kondisinya, dan diterima atau tidaknya saran tersebut bergantung bagaimana cara menyampaikannya.

Menurutku, ada 2 waktu yang sebaiknya kita menjadi pendengar yang pasif (yang hanya mendengarkan) ketika pemberi/lawan bicara ada di kondisi Marah dan Menangis. Berbeda hal nya saat lawan bicara dalam kondisi normal mungkin ada yang secara tidak langsung meminta saran / secara langsung meminta saran dengan berkata :

“Aku harus bagaimana?”

“Sebaiknya gimana?”

Disinilah peran pendengar aktif (pendengar dengan memberi nasehat/saran).

Pasti kalian pernah mengalami, mungkin saat mendengar kisah teman/orang terdekat pada saat Marah atau Menangis lalu kita langsung menasehati atau memberi saran atau bahkan mengkrtiki lalu direspon dengan kata-kata “Kamu ga akan ngerti jadi aku?!”, “Coba diposisi aku gimana?!”, “Kamu gatau rasanya kan….” berasa hidupnya bak sinetron yang diangkat dari kisah nyata hehehehe.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca #kecupmanis

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply